Mengenal Profesi Dokter Mata Ahli Kornea dan Bedah Refraktif

Mengenal Profesi Dokter Mata Ahli Kornea dan Bedah Refraktif

Mengenal Profesi Dokter Saat itu, masalah mata yang termasuk berat kadang memiliki sifat tetap dan kerap kali mengusik pandangan, diantaranya abnormalitas refraksi, seperti mata silinder (astigmatisme), rabun jauh (miopi), dan rabun dekat (hipermetropi).

Masalah pandangan ini bisa diatasi oleh dokter mata pakar kornea dan bedah refraksi. Bedah refraksi ialah perlakuan operasi untuk menangani permasalahan ketajaman pandangan atau abnormalitas refraksi dengan membenahi susunan kornea. Mengenal Profesi Dokter

Penyakit yang Bisa Diatasi oleh Dokter Mata Pakar Kornea dan Bedah Refraktif
Di bawah ini ialah gangguan-gangguan pandangan yang bisa diatasi oleh dokter mata pakar kornea dan bedah retraktif: Mengenal Profesi Dokter

1. Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silinder ialah masalah pandangan karena abnormalitas pada kelengkungan kornea atau lensa. Keadaan ini dapat mengakibatkan pandangan jadi kabur, bagus di dalam jarak dekat atau jauh.

Ada gejala-gejala yang bisa berasal dari astigmatisme, salah satunya susah menyaksikan saat malam hari, mata berasa gampang capek, kerap menyipitkan mata waktu menyaksikan suatu hal, mata peka pada sinar, dan kerap pusing. bola online terpercaya

Untuk keadaan yang kronis, pasien astigmatisme dapat alami penglihatan ganda dan susah memusatkan penglihatan.

2. Miopi
Miopi atau rabun jauh adalah abnormalitas refraksi mata. Keadaan ini muncul karena wujud mata begitu meliuk, hingga konsentrasi sinar yang masuk di mata tidak jatuh pas di retina mata, tetapi di depannya. Mengakibatkan, benda yang jaraknya jauh akan terlihat kabur.

Pasien rabun jauh akan kesusahan menyaksikan benda atau membaca tulisan yang jaraknya jauh, misalkan tulisan di papan catat atau rambu jalan raya. Miopi bisa diatasi dengan pemakaian kacamata atau lensa contact minus dan operasi laser pada kornea mata yang disebutkan LASIK.
3. Hipermetropi
Rabun dekat atau hipermetropi ialah masalah pandangan jarak dekat. Pasien hipermetropi umumnya sanggup menyaksikan secara jelas object yang jaraknya jauh, tapi object yang dekat malah nampak kabur atau kabur.
Hipermetropi berlangsung karena wujud kornea yang begitu datar atau bola mata yang mencekung. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemakaian kacamata atau lensa contact plus dan perlakuan bedah refraksi pada kornea mata.
4. Keratokonus
Kornea mata umumnya terlihat bening dan berupa sedikit cembung. Kelengkungan dan beningnya kornea ini berperan untuk tangkap sinar dan memfokuskannya ke retina supaya pandangan terlihat terang. Tetapi, pada masalah spesifik, kornea mata dapat tipis dan berbeda wujud hingga terlihat seperti kerucut. Abnormalitas wujud kornea mata ini disebutkan keratokonus. Keratokonus dapat mengakibatkan penglihatan buram dan membuat penderitanya gampang silau.
Pada step awalnya, pemakaian kacamata atau lensa contact lunak menjadi jalan keluar untuk pasien keratokonus. Tetapi, bila keadaan ini makin kronis, dokter akan merekomendasikan untuk lakukan proses transplantasi kornea.
5. Distrofi Fuchs
Distrofi Fuchs disebutkan distrofi kornea adalah penyakit saat beberapa sel di susunan kornea mata alami pengurangan peranan atau mati secara setahap. Beberapa sel ini berperan untuk memompa cairan dari kornea supaya masih bersih.
Saat beberapa sel di susunan kornea itu mati, cairan di kornea akan menimbun dan mengakibatkan kornea mata membesar. Mengakibatkan, penglihatan bisa menjadi rabun atau kabur.
error: Content is protected !!