7 Cara Mengatasi Sleep Paralysis

7 Cara Mengatasi Sleep Paralysis

7 Cara Mengatasi Sleep paralysis atau ketindihan adalah peristiwa saat seorang tidak bisa bicara dan bergerak waktu akan bangun tidur. Keadaan ini kerap kali membuat penderitanya cemas dan takut sebab pada keadaan sadar, badan seolah-olah lumpuh dan umumnya berjalan sepanjang beberapa menit sampai beberapa waktu.

Sleep paralysis umumnya dibarengi halusinasi yang dapat berlangsung waktu tidur (hypnagogic hallucinations) atau saat bangun tidur (hypnopompic hallucinations). Wujud halusinasi yang dirasakan dapat bermacam, dimulai dari rasakan kedatangan seorang, berasa tercekik, sampai badan berasa melayang-layang. 7 Cara Mengatasi

Keadaan sleep paralysis dapat dirasakan oleh siapa saja, baik orang dewasa atau beberapa anak. Pemicu khusus sleep paralysis sampai sekarang belum tahu dengan cara tepat. Tetapi, ada banyak keadaan yang dipercaya bisa tingkatkan resiko seorang seringkali alami sleep paralysis, salah satunya: 7 Cara Mengatasi

Sleep paralysis dapat membuat kualitas tidur seorang jadi menyusut. Bila kerap alami peristiwa ini, ada cara-cara untuk menangani dan memudahkan sleep paralysis yang dapat Anda coba, diantaranya:

1. Yakinkan jam tidur terpenuhi
Kualitas tidur yang jelek bisa memacu sleep paralysis. Oleh karenanya, tidur yang memadai benar-benar dianjurkan untuk tingkatkan kualitas tidur Anda. Tidurlah 6–8 jam setiap malamnya dan lakukan tidur malam dan bangun pagi di saat yang serupa sehari-harinya.

2. Kerjakan meditasi
Sistem rileksasi otot dan pemikiran lewat meditasi dipercayai bisa menolong Anda kurangi desakan di dada, otot kaku, dan halusinasi waktu Anda alami sleep paralysis.
Meditasi bermanfaat untuk mengatur pemikiran negatif yang mempunyai potensi mempengaruhi kesehatan psikis dan jadi memperburuk kualitas tidur Anda.
3. Benahi sikap tidur
Orang yang alami sleep paralysis kerap kali disampaikan tidur dengan sikap terlentang. Oleh karenanya, untuk kurangi resiko berlangsungnya sleep paralysis, tidurlah dengan status menyamping atau telungkup dan jauhi tidur dengan sikap terlentang.
4. Turunkan depresi
Depresi biasanya bisa mengakibatkan masalah tidur dan tingkatkan resiko seorang alami sleep paralysis. Untuk kurangi depresi, Anda bisa lakukan bermacam langkah, dimulai dari coba rileksasi dengan menghidupkan lilin wewangianterapi atau dengarkan musik yang dicintai saat sebelum tidur.
5. Turunkan mengonsumsi minuman mengandung kafein
Konsumsi cafein dengan jumlah banyak bisa membuat Anda lebih sulit tidur dan berasa lebih gampang kuatir. Sama seperti yang sudah diterangkan awalnya, depresi dan masalah kuatir bisa mengakibatkan seorang lebih beresiko alami sleep paralysis.
Oleh karenanya, coba untuk batasi atau stop mengonsumsi minuman mengandung kafein mendekati tidur dan memperbanyak minum air putih.
6. Jauhi mengonsumsi minuman mengandung alkohol
Mengonsumsi minuman mengandung alkohol bisa juga berpengaruh jelek pada kualitas tidur. Riset memperlihatkan jika orang yang konsumsi alkohol saat sebelum tidur bisa tidur pulas, tapi gampang terjaga di tengah-tengah malam dan susah untuk tidur kembali lagi.
Dengan menghindar konsumsi alkohol, Anda dapat memperoleh tidur yang bermutu dan tentu saja meminimalisir resiko berlangsungnya sleep paralysis.
Walau belum tahu pemicunya dengan cara tepat, sleep paralysis atau ketindihan ditegaskan tidak terkait dengan beberapa hal mistik atau kedatangan arwah lembut sama seperti yang sejauh ini ditakuti warga. Oleh karenanya, Anda bisa mengaplikasikan cara-cara di atas untuk menangani atau memudahkan gempuran sleep paralysis.
Bila langkah di atas tidak dapat menangani keluh kesah sleep paralysis yang sering Anda rasakan, seharusnya tanyakan hal itu ke dokter untuk mendapatkan pengatasan selanjutnya.
error: Content is protected !!